Selasa, 14 Januari 2014

“My Story _1_” “Gelar sarjana itu hadiah untuk Ibuku yang telah tiada”



My Story _1_
“Gelar sarjana itu hadiah untuk Ibuku yang telah tiada”

Mudah-mudahan cerita ini dapat memotivasi buat teman- teman yang membaca cerpen ku.
Di awal pagi yang cerah ibu berkata kepada anaknya, “Nak, kamu tidak bisa masuk polisi” karena alasan tertentu yang membuat anak tersebut tidak bisa masuk polisi.
Anak itu merasa kecewa, namun ibunya selalu menyemangatinya, setidaknya sesuatu yang baik menurut kita belum tentu baik dimata Allah SWT, sehingga Allah SWT memberi jalan yang berbeda.
Dia adalah anak ke-3 dari 3 bersaudara, Ayahnya telah meninggal saat dia duduk dibangku SMA. Sekarang ibunya hanya sendiri termangu menunggu anak bungsunya pulang ke kampung halaman untuk menemani hari tua Ibunya bersama-sama pedamping hidupnya nanti. Namun entah kenapa, anaknya si Glen itu, sungguh sangat lama menyelesaikan kuliahnya.
Bertahun- tahun ibunya menunggu kedatangan anak bungsu kesayangannya itu, namun sayang sekali Glen terbuai oleh hobby nya yang tiada hentinya ia lakukan sehari-hari, Yaitu GAME ONLINE dan GAME OFFLINE.
Sekarang adalah tahun ke 8 Glen kuliah, sampai saat ini ia masih belum menyelesaikan kuliahnya. Saat itu Glen merasa rindu dengan Ibunya, ia pun menelpon sang Ibu yang sudah tua renta itu,
“bu, ibu apa kabarnya?”, “Glen rindu sama ibu,”.
“ibu juga rindu sama kamu nak, ingin sekali ibu memeluk mu, namun kita berjauhan, pesan ibu hanya satu nak, segeralah selesaikan kuliahmu, umurmu sekarang sudah menginjak 30 tahun. Ibu ingin melihat cucu ibu, sebelum ibu terbujur kaku”.
Mendengar kata terbujur kaku, Glen meneteskan air mata, Cowok macho, bertubuh besar tinggi itu menangis….
Keesokan harinya Glen semakin tak karuan pikirannya… selalu teringat dengan cerita ibunya. Glen berdoa “Ya Allah … sehatkan lah orang tua ku, sampai aku bisa membuatnya bangga, membuatnya meneteskan air mata bahagia, Ya ALLAH,,, Jangan Engkau ambil dulu nyawa Ibuku, karena Ia adalah satu-satunya harta paling berharga  yang kumiliki saatini. Ia lah semangat hidupku Ya Allah. Ya Allah berilah aku hidayah sehingga aku dapat menjalani kuliah ku yang berat ini, amin ya robbal alamin….
2 bulan kemudian…….
Saat itu Glen masih asik dengan games nya… dan ternyata kesedihannya kemarin tidak memberi ia motivasi kuat, begitu cepat ia melupakan doanya… an tak banyak usaha yang ia lakukan agar kuliahnya berjalan lancar. Akhirnya ia kembali terpuruk dan semakin banyak menanggung beban pikiran yang sangat kuat.
Keesokan harinya, entah kenapa Ibu Glen menelpon dengan suara lirih,,,
“Glen, kamu sedang apa?”
“Gimana kuliahmu Nak… apa baik2 saja..? “kata ibu
“Ibu gimana kabarnya…?” kata Glen
“ibu dari kemarin sakit perut nak,,, ibu selalu bolak balik WC, rasanya ibu tidak salah makan, ibu juga gak tau dari mana asal sakit perut ini”Kata Glen
“ibu,, udah mnum obat ato pergi kedokter…” Kata Glen

“udah.. kamu tenang saja… cuman ibu ingin sekaliii di dekat kamu nak, ibu sangat rindu kamu, dari tadi malam ibu  menangis ingin melihat wajahmu sekarang… gimana tubuhmu,, sehat?? Gimana badanmu,, apa bertambah gemuk hehe.. canda ibu sambil menangis…”Kata ibu
“glen mengatakan, Alhamdulillah sehat bu.. glen bertambah sedikit gemuk bu… tapi dikit aja heehee…”
“kamu lagi apa nak,,? Tanya ibu…
“Glen lagi belajar ma,,,”(padahal glen lagi asik main game online)
“Oh… lagi belajar,,,  ya udah… kamu terusin ya sayang…, kata ibu
Percakapan di telpon pun berakhir, karena ibu cuman ingin memberi tahu bahwa sekarang ibu sedang sakit.
2 minggu kemudian…
Hape Glen berdering… “Glen… kamu sabar ya,,, kamu jangan panic dulu,, ini mbak desi,(suara mbg desi udah gak karuan… ). Glen ibukmu… ibukmu meninggal…
Sentak hati Glen… Teriak, menangis (merupakan sesuatu hal yang tag ada artinya meskipun ia menangiskan darah). Terlepas Hp nya dari tangan.. terhempas ke lantai porselen kamar kosnya… tak banyak ia katakan dengan Mbg desi, karena begitu mendengar ibunya meninggal ia langsung shock…
Akhirnya… ia pulang kampung segera untuk melihat ibunya… sudah 3 tahun ia tak pulang karena ia selalu merasa malu kalau ia ingin pulang ke kampung halaman. Namun karena jarak yang begitu jauh sehingga mayat ibunya saja ia tag dapat melihatnya. Bahkan ia tidak tau bagaimana ukuran tubuh ibunya. Gemuk kah.? Kuruskah,,? Berubankah,,,? Keriputkah,,?..
Glen serasa terhempas dari jurang yang tinggi, hancur…itu lah yang ia rasakan. Karena hilang sudah semua harapannya yaitu..”melihat ibunya menangis bahagia atas keberhasilannya mendapat gelar sarjana..”. setelah kejadian itu, glen tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang ada.. ia pun segera menyelesaikan semua tanggung jawabnya sebagai mahasiswa.
7 bulan kemudian…
Alhamdulillah,, dalam waktu 7 bulan ia dapat menyelesaikan Skripsinya… dan ia sekarang kembali ke kampung halamannya.
Buat Teman-teman… jangan sia-sia kan waktu masa mudamu… karena waktu tidak dapat diulang kembali. Dengan qta bersantai, kita akan mendapat banyak kerugian. Dimulai dari waktu, kesempatan untuk sukses lebih cepat, bisa- bisa kehilangan orang yang telah melahirkan kita… sehingga kita tak sempat untuk membahagiakannya, sebagai balas budi kita sebagai anak kepada orang tua yang telah bersusah payah membanting tulang demi anak.
Orang tua bisa mengatakan “demi anak…” kenapa kita tidak melakukannya “demi orang tua”. Semoga kita akan menjadi anak yang sukses, … amin… ya Allah ya robbalalamin…




Tidak ada komentar:

Posting Komentar