Senin, 17 Oktober 2011

Fisiologi Anak


BAB I
PENDAHULUAN

Fisiologi adalah turunan biologi yang mempelajari bagaimana kehidupan berfungsi secara fisik dan kimiawi. Istilah ini dibentuk dari kata Yunani Kuno φύσις, physis, "asal-usul" atau "hakikat", dan λογία, logia, "kajian". Fisiologi menggunakan berbagai metode ilmiah untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya untuk mendukung kehidupan.
Berdasarkan objek kajiannya dikenal fisiologi manusia , fisiologi tumbuhan dan fisiologi hewan. Antara lain penjelasannya sebagai berikut :
A.     Fisiologi manusia adalah ilmu mekanis, fisik, dan biokimia fungsi manusia sehat, organ-organ mereka, dan sel-sel yang mereka tersusun.
B.     Fisiologi tumbuhan merupakan Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh-tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Laju proses-proses metabolisme ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan mikro di sekitar tumbuhan tersebut.
C.      Fisiologi hewan merupakan ilmu yang membahas proses-proses yang terjadi di dalam tubuh hewan serta adaptasi hewan terhadap lngkungannya.
Meskipun prinsip fisiologi bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang dipelajari. Sebagai contoh, apa yang dipelajari pada fisiologi sel khamir dapat pula diterapkan sebagian atau seluruhnya pada sel manusia. Sel Khamir adalah fungi ekasel (uniselular) yang beberapa jenis spesiesnya umum digunakan untuk membuat roti, fermentasi minuman beralkohol, dan bahkan digunakan percobaan sel bahan bakar. Kebanyakan khamir merupakan anggota divisi Ascomycota, walaupun ada juga yang digolongkan dalam Basidiomycota. Beberapa jenis khamir, seperti Candida albicans, dapat menyebabkan infeksi pada manusia (kandidiasis). Lebih dari seribu spesies khamir telah diidentifikasi. Khamir yang paling umum digunakan adalah Saccharomyces cerevisiae, yang dimanfaatkan untuk produksi anggur, roti, tape, dan bir sejak ribuan tahun yang silam dalam bentuk ragi.

BAB II
PENGERTIAN FISIOLOGI

Fisiologi merupakan cabang dari ilmu biologi yang memepelajari objek spesifik mahluk hidup dari sudut pandang struktur dan fungsinya. Secara terminologis istilah fisiologi berasal dari kata bahasa Yunani yaitu physis (alam, pekerjaan, atau sifat) dan logos (cerita, atau ilmu). Jadi, secara garis besar fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup.
Fisiologi mengkaji gejala-gejala yang terjadi pada mahluk hidup. Selain itu, ia juga mengklasifikasi gejala-gejala tersebut, mengenal mana yang penting dan mana yang kurang penting, mensistematiskan konsepsi tentang gejala-gejala itu, menentukan di mana tempat terjadinya setiap fungsi dan keadaannya, juga sistem kordinasinya.

BAB III
SEJARAH FISIOLOGI

Sejarah fisiologi diawali pada abad ke-17, ketika ahli anatomi William Harvey yang menjelaskan adanya sirkulasi darah. Herman Boerhave sering disebut sebagai bapak fisiologi karena karyanya berupa buku teks berjudul Institutiones Medicae (1708).[sunting]
Fisiologi memiliki beberapa subbidang. Elektrofisiologi berkaitan dengan cara kerja saraf dan otot; neurofisiologi mempelajari fisiologi otak; fisiologi sel menunjuk pada fungsi sel secara individual. Banyak bidang yang berkaitan dengan fisiologi, diantaranya adalah Ekofisiologi yang mempelajari efek ekologis dari ciri fisiologi suatu hewan atau tumbuhan dan sebaliknya. Genetika bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi fisiologi hewan dan tumbuhan. Tekanan lingkungan juga sering menyebabkan kerusakan pada organisme eukariotik. Organisme yang tidak hidup di habitat akuatik harus menyimpan air dalam lingkungan seluler. Pada organisme demikian, dehidrasi dapat menjadi masalah besar. Dehidrasi pada manusia dapat terjadi ketika terdapat peningkatan aktivitas fisik. Dalam bidang exercise physiology, telah dilakukan berbagai penelitian mengenai efek dehidrasi terhadap homeostasis.

BAB IV
RUANG LINGKUP

Fisiologi dibagi menjadi fisiologi manusia, fisiologi tumbuhan dan fisiologi hewan. Tetapi prinsip dari fisiologi bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang dipelajari. Seperti, apa yang kita pelajari pada fisiologi sel ragi dapat pula diterapkan pada sel manusia.
Ketika mempelajari fisiologi, kita membutuhkan disiplin ilmu pengetahuan yang memadai, baik itu taksonomi, anatomi, kima atau fisika. Karena, ketika mempelajari gejala-gejala fisiologis pada organ sebuah organisme, maka, kita membutuhkan tinjauan analisis dari sudut pandang kimia, fisika, anatomi dan lain sebagainya. Berikut ruang lingkup fisiologi :
A.    Fisiologi manusia
Fisiologi manusia merupakan ilmu mekanis, fisik, dan biokimia, organ, dan sel-sel yang tersusun.

B.     Fisiologi hewan
Fisiologi hewan merupakan salah satu bidang pengetahuan zoologis. Ia mencakup pembahasan tentang fungsi dan struktur dari partisi-partisi hewan secara interkordinatif maupun intrakordinatif. Seperti system ekskresi, respirasi, reproduksi, kordinasi dan lain sebagainya. Fisiologi hewan bermula dari metode dan peralatan yang digunakan dalam pembelajaran fisiologi manusia yang kemudian meluas pada spesies hewan selain manusia. Cakupan subjek dari fisiologi hewan adalah semua makhluk hidup heterotrofik. Banyaknya subjek menyebabkan penelitian di bidang fisiologi hewan lebih terkonsentrasi pada pemahaman bagaimana ciri fisiologis berubah sepanjang sejarah evolusi hewan.
C.     Fisiologi Tumbuhan
Fisiologi tumbuhan merupakan Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh-tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Laju proses-proses metabolisme ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan mikro di sekitar tumbuhan tersebut.

BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Fisiologi merupakan cabang dari ilmu biologi yang memepelajari objek spesifik mahluk hidup dari sudut pandang struktur dan fungsinya. Secara terminologis istilah fisiologi berasal dari kata bahasa Yunani yaitu physis (alam, pekerjaan, atau sifat) dan logos (cerita, atau ilmu). Jadi, secara garis besar fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi mekanik, fisik, dan biokimia dari makhluk hidup.
Sejarah fisiologi diawali pada abad ke-17, ketika ahli anatomi William Harvey yang menjelaskan adanya sirkulasi darah. Herman Boerhave sering disebut sebagai bapak fisiologi karena karyanya berupa buku teks berjudul Institutiones Medicae (1708).
Berdasarkan objek kajiannya dikenal fisiologi manusia , fisiologi tumbuhan dan fisiologi hewan. Antara lain penjelasannya sebagai berikut :
a)        Fisiologi manusia adalah ilmu mekanis, fisik, dan biokimia fungsi manusia sehat, organ-organ mereka, dan sel-sel yang mereka tersusun.
b)        Fisiologi tumbuhan merupakan Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh-tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Laju proses-proses metabolisme ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan mikro di sekitar tumbuhan tersebut.
c)        Fisiologi hewan merupakan ilmu yang membahas proses-proses yang terjadi di dalam tubuh hewan serta adaptasi hewan terhadap lngkungannya.

B.       Saran
Sebagai mahasiswa perlunya mengetahui dasar- dasar ilmu fisiologi karena ilmu ini sangat bermanfaat yang mempelajari tentang anatomi tubuh, yang meliputi manusia, hewan serta tumbuhan. Dan dari situlah kita mengetahui kuasa Allah SWT dalam menciptakan makhluk hidup dengan berbagai fungsinya. Semoga makalah kami ini bermanfaat sebagai ilmu pengetahuan kita. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Devlin, R.M. and F.H. Witham. 1983. Plant Physiology.
Lakitan, Benyamin, 2007. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
Loveless, A.R. 1991. Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Nurdina, SP. MP. 2009. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan IAIN Mataram, Mataram.
Salisbury, F.B. and C.W. Ross. 1978. Plant Physiology.
Seputro, Dwi, Prof, Dr. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta
Taiz, L. and E. Zeiger. 1998. Plant Physiology.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar